Langsung ke konten utama

Kekuatan Pikiran

Walau lagi sendiri namun kita bisa merasakan keramaian. Walau lagi berduka kita bisa merasakan senang ataupun sebaliknya. Jika pikiran kita tidak sesuai dengan kondisi kita. (buktikan bedanya)
Perhatikan di kalangan masyarakat kita khususnya daerah pedalaman yang menjadikan mitos sebagai penguasa atas suatu hal yang nyata. Hampir suluruh masyarakat kita mangalihkan kekuatan pikirannya hanya untuk mitos. Sehingga mitos selalu berhasil . . .
Terkadang kita bisa menjadi berani, takut, bahkan tak sadar karena pengaruh Pikiran.
Mungkin kita sering senyum sendiri depan HP ketika membaca sms dari seseorang atau bahkan kita bisa tetawa terbahak-bahak ketika mengingat suatu kejadian yang sangat lucu ataupun sebaliknya.
Seseorang bisa menangis ketika meraih kesuksesan yang sangat menggembirakan karena teringat akan jerih payah atau pahit getirnya perjuangan orang-orang yang terlibat di dalamnya.
Tuna wisma bisa tidur dengan nyaman walau hanya beralaskan Koran di emperan toko ataupun kolong jembatan.
Pejabat bisa menjadi susah tidur di atas kasur yang empuk dan dalam ruangan atau kamar yang sangat nyaman dengan segala fisilitas yang dibutuhkan. Dsb……(samakah apa yang ada dalam pikiran Tuna Wisma dan Pejabat??!)

Waktu terus berjalan tanpa menghiraukan sekelilingnya.
Penghuni bumi datang dan pergi silih berganti tanpa rencana diri sendiri.
Perlu ujian untuk mengetahui kwalitas seseorang.
Bagaikan Guru yang perlu mengadakan ujian untuk mengetahui kwalitas Muridnya. Atau seorang professor yang selalu mengadakan eksperimen bagi penemuannya.
So, setiap makhluk mempunyai ujian dari Sang Khalik. Dalam setiap kondisi dan waktu yang berbeda-beda.
Manusia adalah makhluk yang lebih dari makhluk lainnya. Rasanya perlu bangga tanpa harus menyombongkan diri.
otak,akal dan pikiran…………(pembeda dengan makhluk lainnya)
Kekuatan pikiran yang selalu membawa seseorang bisa menjadi lebih baik ataupun sebaliknya.
Tak jarang seseorang yang mampu menjadi gagal karena dikalahkan oleh pikiranya sendiri, dan seseorang yang digolongkan kurang mampu menjadi berhasil karena mampu mengalahkan pikirannya.
So guys, u can if u think u can . . .
Keep Figth, . . Allahu Akbar . . .

Makasih para PahlawanQ………
10 November 2009

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nikmah

Jum'at pagi September 2003, saya diajak teman meminta izin keluar pondok untuk membeli dan meminjam perlengkapan pentas seni yang akan dilaksanakan pekan depan. Saya yang tidak terbiasa keluar pondok sendiri, karena harus dan selalu dijemput orangtua atau kakak. Terjadilah gejolak dalam hati yang kemudian membuatku bimbang harus bagaimana. Di satu sisi saya berpikir bahwa hal ini adalah bagian dari tanggung jawab ku, sedangkan di sisi lainnya saya juga khawatir karena belum sempat pamit minta izin ke  orangtua kandungku. Entah bagaimana baiknya. Saya pun sudah menyampaikan kekhawatiran saya kepada teman-teman bahwa bisa jadi orangtuaku akan datang hari ini. Namun mereka pun dengan sedikit memaksa sampai membujuk ku hingga saya pun ikut pergi dengan mereka. Akhirnya saya pun memutuskan untuk pergi bersama mereka yang rencananya ketika sudah sampai di rumah teman baru memberi kabar kepada orang tuaku. Kami keluar pondok bersama setelah meminta izin ke bagian Pengasuhan santri. Sepert...

Teman tapi manja

 Senyum tulus terukir di wajahnya ketika membayangkan wajah seorang santriwati berkata jangan lupa bawa oleole dengan gaya bercanda. Ingatan tersebut kemudian mendorongnya untuk meminta kakaknya berhenti di salah satu toko campuran dalam perjalanan balik ke pondok. Sebungkus tas belanja yang berisi beberapa jajanan ringan akhirnya selesai juga ia penuhi.  Ia yang baru saja naik ke kelas V TMI setelah menyelesaikan pendidikan di kelas III at-taksifi, kemudian bergabung dengan kelas reguler yang disatukan dalam satu kelas menjadikan kehidupannya di pondok makin berwarna. Membangun keakraban dengan teman-teman yang jumlahnya lebih banyak dari kelas sebelumnya dengan beragam karakteristik. Khususnya bertemu dengan para santriwati yang tergolong supel dan humoris. Dengan alasan mengantarkan pesanan teman, ia berhasil meminta piket jaga untuk meneruskan bungkusan belanja tersebut kepada seorang santriwati sekelasnya yang bertugas menjadi pengurus syirkah (Koperasi). Dari balik dindi...

Biru 2

 Setalah sekian hari makin akrab. Kami pun selalu bercerita saling tukar pikiran atau sekedar saling curhat. Dari situlah aku sering merasa terkejut dan terkagum kagum dengan ceritanya. Ia lahir dari keluarga yang sangat sangat sederhana sekali. Ayahnya seorang pekebun dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka bersaudara enam orang. Tinggal di daerah transmigrasi.  Umurnya hanya kakak satu tahun dari ku. Menurutku kita sebaya meski aku menyebutnya dengan panggilan kakak. Namun sekedar menelisik atau kembali berpikir ke masa lalu. Dimana saat kecil rasanya aku selalu manja dan mengeluh apalagi soal makanan. Pilah pilih dan makan nasi serta lumayan sering juga makan di luar atau di restoran.  Ia menceritakan bahwa untuk perihal makan nasi saja itu sudah sangat mewah bagi mereka. Kadang mereka harus antri makan setelah ayah nya makan kemudian mereka bersaudara pun makan dengan berbagi. Adapun ibu mereka entah sudah makan atau belum sering berbohong agar anak-anak ny...