"Alhamdulillah tiket dan visa sudah diissued" sepenggal pesan mengejutkan masuk ke hpku. "Trimakasih bu, in syaa Allah segera harus diselesaikan karena sudah diissued" jawabku dengan sedikit ragu namun penuh harap. "Yaa Allah.... Engkau Maha segalanya" gumamku dalam hati. Dua. Pekan depan adalah jadwal keberangkatan jamaah umroh. Setelah beberapa bulan menabung dengan ikhtiar dalam upaya dan do'a. Qadarullah belum pula terpenuhi hingga hari ini. Dua puluh satu juta bukanlah jumlah sedikit bagi seorang fakir seperti saya yang hanya bermodalkan nekat. Bingung, darimana harus kucari solusi atas permasalahan ini. Gaji bulanan ku pun hampir habis tersisa sejuta dari tiga juta / bulan. Ongkos akomodasi tempat tugasku ke rumah menghabiskan kurang lebih sejuta. Sejuta lainnya kupakai untuk menutup lubang dalam hutang. "Yaa Allah... allahumma sahhil umuuronaa wa umuurol muslimin" doaku dalam batin. Tidak, saya tidak boleh menyerah. Saya teringat peng...