Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2025

Panggung Gembira

 Guru baru itu penuh tanda tanya juga. Begitu semangat dengan segala cara memotivasi kami sebagai santrinya untuk mampu melakukan hal yang pernah ia lakukan saat di pondok . Dan ia meyakini hal tersebut dengan seyakin-yakinnya. guru atau yang disebut ustad tersebut adalah guru seni yang datang mengabdi dari pondok Gontor pusat. Ia bersama dua orang temannya datang dari pulang Jawa kemudian mengabdikan diri di pondok kami dalam kurun waktu satu sampai dua tahun.  Mendekati hari H kami pun makin sibuk dengan siap siap dalam penampilan masing masing. Tepatnya di belakang bangunan perpustakaan depan masjid di atas pondasi yang sedikit menanjak dari lapangan olahraga kayang kami pakai tepat di halaman depan masjid pondok. Kumpulan kertas pembungkus semen ent dari sisa sisa pembangunan dikumpulkan dan ditempelkan menjadi background arena utama. Kertas semen yang di padukan dari banyak kemudian disatukan dengan beberapa gulungan berantakan sehingga menggumpal seperti bentuk rak telur...

Ramadan Pondok

Ramadan selalu menjadi bulan spesial bagi orang orang yang merindukan nya. Begitu pula layaknya hal yang saya rindukan, momen saat Ramadan di pondok tercinta. Sebelum masuk pondok menjadi seorang santri, secara pribadi saya tidak atau belum pernah mendapatkan tatacara shalat tarawih seperti di pondok. Bukan tentang rakaat atau perbedaan rukun shalat. Namun lebih tepatnya saat shalawat sebelum atau pengantar melaksanakan shalat tarawih. Karena pada umumnya setiap masjid yang saya datangi untuk shalat tarawih di provinsi tempatku di lahirkan selalu membacakan shalawat atau wirid sebelum shalat tarawih dengan ritme yang cepat bahkan kurang jelas bagi telingaku yang awam. Suasana yang agak berbeda di pondok adalah shalawat yang menjadi wirid tersebut atau sebagai pengantar shalat tarawih dibacakan dengan Tartil oleh salah satu santri dengan sangat merdu bak seorang Qori dalam pembukaan kegiatan MTQ. Suasana hening Seluruh jamaah masjid yang  mendengarkan, menambah syahdu kemudian meram...

Meditasi 3

 Tidak sedikit dan hampir semua saya kenal anak kakak kelas at-taksifi . Meski hanya kenal nama sih. Karena memang jumlah mereka lumayan sedikit. Bahkan diangkatanku saat saya di bangku kelas satu 1 TMI. Mereka hanya berjumlah kurang lebih 7 orang. Dan putri hanya berjumlah 3 tiga orang. Mereka yang kukenal adalah orang orang hebat.  Tidak jarang juga dari mereka yang suka humor namun tetap menjadi orang yang penuh giat dan usaha.  Satu hal yang saya perhatikan juga dari mereka. Mereka yang ku kenal, rata-rata rajin shalat tahajjud. Sampai dengan ditahun ketiga ketika aku duduk di bangku kelas 3 TMI . Masuklah anak at-taksifi kelas 1 hingga akhirnya bertemu denganku di dalam satu organisasi. Mereka memang orang yang hebat ketika ada beberapa yang telah tergabung dengan kami untuk sama-sama diamanahi menjadi pengurus OPPM. Hampir setiap malam saya melihat mereka shalat malam.  Sedangkan saya hanya bermalas-malasan dan masih belum terbiasa untuk bangun setiap hari mela...

Emang Bisa

Malam Rabu atau Selasa malam adalah jadwal kegiatan muhadhoroh di Pondokku. Ketika mendapatkan giliran untuk tampil malam ini saya merasakan dag-dig-dug-deg dalam hati meski sudah berlatih beberapa hari. Setelah berlatih dan tajadud ke pada kakak pembina, ada rasa lega di hati. Namun tetap ketika mau tampil itu gimana yaaa rasanya.  Muhadhoroh adalah salah satu kegiatan extrakurikuler di pondok pesantren yakni kegiatan latihan berpidato atau ceramah yang dikenal dengan public speaking. Adapun kegiatan muhadhoroh di pondokku dilaksanakan dalam tiga bahasa yakni bahasa inggris pada Selasa malam, Bahasa Arab pada Kamis siang, kemudian bahasa Indonesia pada Kamis malam.  Muhadhoroh juga sebagai salah satu sarana santri dalam berlatih bahasa. Khususnya saya sebagai pemula atau sering disebut Al-Judad alias santri baru. Meski baru mulai kegiatan, aku dan beberapa teman sudah di wajibkan untuk tampil apa dan bagaimana pun itu sesuai dengan jadwal the Speaker (Penceramah) hari tersebu...

Sayap-sayap malaikat

Ya Allah, saya belum siap jika kehilangan mama. Batinku merontak dan tidak bermaksud untuk melawan takdir. Karena saat itu belum ada pernyataan bahwa ibuku telah bersiap pergi dari alam hidup ini. Namun kondisi sangat genting, ibuku tidak sadarkan diri setelah muntah beberapa kali saat sedang dirawat di rumah sakit. Setelah melihat ibuku yang kurang lebih satu jam tertidur istirahat. Saya pun membiarkannya untuk tetap istirahat. Namun semakin kesini setelah dua jam berlalu seperti tidak ada gerakan tambahan dan terlihat lain. Saya segera memanggil suster setempat atau ruangan tersebut untuk melihat kondisi ibuku.  Saat itu para perawat segera memeriksa keadaan ibuku, dan segera mencari apa yang sebenarnya terjadi pada ibuku saat itu. Saya yang sedang haid saat itu tak peduli apa kah harus bersuci atau tidak, yang pasti dengan berniat dzikrullah saya membacakan sedikit hafalan Al-Qur'an yang bisa ku baca atau ku hafal. Sedangkan adik-adikku ku minta untuk teruse mengaji atau membaca...

Shopie

Enaknya juga pas di pondok bermain bercanda sama teman teman tanpa harus bangun sepagi ini dan menempuh jarak yang lumayan serta menghabiskan waktu di sekolah yg beda pasti rasanya ketika didalam suasana pondok. Ayahku kemudian menghentikan motornya dan membuat lamunanku buyar ketika singgah di tempat bensin untuk mengisi bensin dalam perjalan mengantarkan saya ke sekolah pagi ini.  Hal ini adalah permintaan ku dengan paksa kepada orangtua ku ketika harus lari dari pondok dan tidak ingin pulang akibat emosional merasa tidak betah. Nah karena jarak rumahku yang lumayan dekat dari pondok tempat ku belajar dan ditempa kurang lebih tiga tahun. Sebab inilah saya sudah tidak tahan jika mengingat wajah kakak pengurus itu dan kata kata yang terngiang-ngiang di telingaku. Wajahnya dan gayanya begitu sangat menjengkelkan terlihat sangat galak dan seakan memandangku sinis serta menuturkan kata-kata yang tidak enak untuk kudengar. Kakak yang ku maksud berkata bahwa aku adalah seorang pembangka...

Nikmah

Jum'at pagi September 2003, saya diajak teman meminta izin keluar pondok untuk membeli dan meminjam perlengkapan pentas seni yang akan dilaksanakan pekan depan. Saya yang tidak terbiasa keluar pondok sendiri, karena harus dan selalu dijemput orangtua atau kakak. Terjadilah gejolak dalam hati yang kemudian membuatku bimbang harus bagaimana. Di satu sisi saya berpikir bahwa hal ini adalah bagian dari tanggung jawab ku, sedangkan di sisi lainnya saya juga khawatir karena belum sempat pamit minta izin ke  orangtua kandungku. Entah bagaimana baiknya. Saya pun sudah menyampaikan kekhawatiran saya kepada teman-teman bahwa bisa jadi orangtuaku akan datang hari ini. Namun mereka pun dengan sedikit memaksa sampai membujuk ku hingga saya pun ikut pergi dengan mereka. Akhirnya saya pun memutuskan untuk pergi bersama mereka yang rencananya ketika sudah sampai di rumah teman baru memberi kabar kepada orang tuaku. Kami keluar pondok bersama setelah meminta izin ke bagian Pengasuhan santri. Sepert...

Meditasi 2

Tidak sedikit dan hampir semua saya kenal anak kakak kelas at-taksifi . Meski hanya kenal nama sih. Karena memang jumlah mereka lumayan sedikit. Bahkan diangkatanku saat saya di bangku kelas satu 1 TMI. Mereka hanya berjumlah kurang lebih 7 orang. Dan putri hanya berjumlah 3 tiga orang. Mereka yang kukenal adalah orang orang hebat.  Tidak jarang juga dari mereka yang suka humor namun tetap menjadi orang yang penuh giat dan usaha.  Satu hal yang saya perhatikan juga dari mereka. Mereka yang ku kenal, rata-rata rajin shalat tahajjud. Sampai dengan ditahun ketiga ketika aku duduk di bangku kelas 3 TMI . Masuklah anak at-taksifi kelas 1 hingga akhirnya bertemu denganku di dalam satu organisasi. Mereka memang orang yang hebat ketika ada beberapa yang telah tergabung dengan kami untuk sama-sama diamanahi menjadi pengurus OPPM. Hampir setiap malam saya melihat mereka shalat malam.  Sedangkan saya hanya bermalas-malasan dan masih belum terbiasa untuk bangun setiap hari melaksanak...

Meditasi

Di pondokku ada beberapa cara untuk melanjutkan pendidikan sesuai jenjang dan seleksi. Kalau saya pribadi termasuk siswa atau santri reguler yang tamat atau telah menyelesaikan pendidikan sekolah dasar kemudian melanjutkan pendidikan di bangku kelas 1 Tarbiyatul muallimin. Ada juga beberapa teman atau kakak kelas yang melanjutkan pendidikan di pondok pesantren setelah tamat atau menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertama. Maka ia akan duduk di bangku kelas 1 kelas at-taksifi atau kelas intensif. Kelas intensif adalah tahapan kelas bagi santri yang berkewajiban menempuh pendidikan kurang lebih selama empat tahun dalam Tarbiyatul muallimin al-Islamiyah (TMI). Sedangkan kelas reguler adalah tahapan kelas bagi santri yang berkewajiban untuk menempuh pendidikan kurang lebih selama enam tahun lamanya. Hal ini yang kemudian menjadikan salah satu alasan kelas percepatan. Dimana dalam jangka enam bulan atau satu semester, mereka anak kelas intensive dipacu untuk mempelajari dan menghafal...

Bani Israil

 Barusan saya baca paket buku RATU (Rasulullah Teladan Utama) jilid ke 6 dengan Judul Mukjizat Terbesar. Sampailah di halaman 24 (dua puluh empat) dengan sub judul Perintah Shalat. Diceritakan lah bagaimana peristiwa hingga diwajibkannya Shalat lima waktu dalam sehari bagi umat Rasulullah Saw. Iya, benar sangat. Peristiwa Isra Mi'raj. Yang kalau ditelaah dengan iman, in syaa Allah menambah keteguhan hati. Namun jika ditelaah dengan melampaui batas, maka bisa jadi membuat gila terkait perihal Sidratul Muntaha. Dalam peristiwa Mi'raj yang dituliskan dihalaman sebelumnya, Rasulullah diperjalankan dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsha dan kemudian naik ke langit hingga langit ketujuh serta menuju Sidratul Muntaha dan bertemu dengan Allah Azza WaJalla. Satu hal yang diperintahkan untuk diajarkan dan disampaikan kepada kita sebagai umat Rasulullah Saw, yakni perintah untuk melaksanakan shalat fardhu (wajib). Yang diawali dengan perintah untuk melaksanakan shalat wajib 50 (lima puluh)...

Wasiat Cinta 2

 Setalah sampai di rumah aku tak mendapatkan orangtuaku. Hanya ada bibiku yang kusebut dengan panggilan mama dua. Setelah mengetahui bahwa ternyata ayahku sedang sakit dan harus di rawat di rumah sakit, akupun kaget dan bersegera untuk berangkat menuju rumah sakit.bakupun diantar oleh adik laki-laki ku yang baru datang dari membawa dan mengantarkan bekal untuk orangtuaku di rumah sakit. Selanjutnya kulangkahkan kaki memasuki lorong rumah sakit, dengan perasaan campur aduk cemas dan khawatir. Tadi sebelum ke rumah sakit saku sudah sempat protes ke bibiku mengapa saya tidak diberi tahukan terkait ayah salkir. Namun ternyata , memenang karena ayahku baru masuk kemarin dan belum sempat untuk memberitahu akai. Rencana memang hari ini aku disambangi atau di datangi di pondok untuk mengetahui kondisiku dan memberitahukan mperihal ayah sakit. Qadarullah badik saya baru mau bersiap ke menuju pondok ternyata saya sudah berada di rumah. Selanjut setelah bersalaman dan mencium ayah dan ibuku ,...

Wasiat Cinta

 Aku tak sengaja harus naik taci warna biru ini bersama dengan temanku yang menjadi sahabat dekat di pondok pesantren. Tepatnya hari Jum'at adalah waktu untuk meminta izin keluar pondok untuk beberapa alasan. Ada yang izin untuk pulang dengan alasan beli ini dan beli itu. Padahal sebenarnya hanya mengobati rindu yang tak habis habis ke pada keluarga dan suasana luar pondok. Ya hari itu aku juga hanya ingin sekedarelepas rindu yang sebenarnya kepada keluargaku Mobil itu melaju ke arah yang kurtuju namun tiba-tiba terhenti untuk menjemput seseorang yang menahan taxi tersebut. Laki laki jangkung berkacamata dengan kaos merah celana panjang putih seperti mau merayakan kemerdekaan 17 Agustus saja. Hehehehehe. Tapi kok aku harus sewot nah itukan hak dia. Lagian kenapa juga harus ku perhatikan . Tiba-tiba lamunanku dibuyarkan oleh sahabat ku yang duduk disampingku dengan nada ngeledek dan isyarat mata melirik ke arah laki-laki tersebut.  Yaa kami saling cubit karna antar gemas dan ko...

Kado untuk Ibu

 Penuh haru dan mata berkaca ku lihat senyum ibu merekah kemudian memeluk dan mencium ku. Emas koin 10 gram medali Hadiah juara tiga yang kudapat dari lomba tafsir Al-Qur'an saat ini dengan sejumlah uang tunai 3 juta kuserahkan seluruhnya kepada orangtua tercinta. Ini adalah hak mereka aku yang saat ini masih duduk di kelas empat pondok pesantren juga sangat senang dan sedikit kaget karena tampilan yang sudah ku usahakan belum maksimal. Namun hal tersebut menjadi berita yang cukup menjadi kabar gembira yang sangat patut disyukuri. Belum juara satu namun sudah berpartisipasi dan memberikan sedikit kabar baik yang mengharumkan nama pondok. salah satu ustad atau guruku dengan berulang menyebutkan namaku Faizah artinya sang juara sehingga menjadi doa membawa keberuntungan untuk menjadi juara seperti itulah kurang lebih beliau menyebutkan dalam pujian saat aku dalam kelas yang diharapkan menjadi motivasi bagi semua santri.  Aku tak kenal namun hanya perihal taat kepada guruku ketik...

17 Agustus 2025

 SURAT MERDEKA UNTUK BAPAK KEMERDEKAAN Kepada Yth. Ayahanda Presiden RI di- Tempat Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahirobbil'alamin Allahumma sholli Ala sayyidina Muhammad. Amma ba'du. Salam dan hormat semoga Ayahanda Bapak Presiden Republik Indonesia senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Melalui surat ini, kuhaturkan salam merdeka untuk bapak kemerdekaan dalam usia 80 tahun kemerdekaan Indonesia tercinta. Surat ini kutulis bukan untuk menuntut dan menggurui Bapak. Suatu laknat jika hormatku hilang kepada bapak bangsa. Orang tua kami selaku anak bangsa. Namun surat ini tak lain adalah sebagai bahasa cinta dan curahan hati seorang anak terhadap ayahnya. Bapak telah lama terpatri dalam hati dan jiwaku. Bapak sangat menginspirasi sebagai seorang anak Bangsa patriot sejati. Kebanggaan Indonesia yang mampu berbagai bahasa asing, berwawasan luas dan sangat Nasionalis.  Aku bangga dan sangat berharap Bapak menjadi Presiden RI suatu saa...

Ramuan Asrama 2

Kurang lebih enam tahun mengenyam pendidikan di pondok pesantren modern Al-Istiqomah sampai dengan akhirnya ki ditakdirkan untuk menjadi pembina asrama di Madrasah Aliyah Negeri yang memiliki boarding school. Iyah itu aku yang mereka sebut sebagai ustadzah asrama. Tempat mengadu jika ada yang sakit, juga tempat menyetorkan hafalan Al-Qur'an anak asrama putri. Juga tempat minta izin pertama jika ada keperluan atau ingin keluar asrama. Dengan tahapan seleksi latar belakang pendidikan yang layak untuk ditempatkan di salah satu sekolah favorit atau sekolah kebanggaan dari kementrian agama yang diinisiasi dan bekerjasama dengan tokoh inspiratif bangsa yang dikenal jenius Almarhum Bapak Haji Baharuddin Jusuf Habibie. Sekolah ini kemudian lahir dan disebar di hampir setiap provinsi yang ada di Indonesia.  Alhamdulillah meski dengan ilmu yang minim juga pengalaman yang seadanya, rezeki saya dipilih dan ditakdirkan untuk ikut berkontribusi sebagai pembina asrama di sekolah ini. Kurang lebih...

Ramuan Asrama

 Anak gadis berjilbab itu tiba tiba sakit dada dan sesak. Teman-teman kamar nya panik dan segera memanggil atau mencari ustadzah. Iya mereka sebut dengan ustadzah,  yakni orang yang menjadi orangtua mereka saat di asrama, meski belum nikah namun usianya lumayan jauh seperti kakak bahkan ibu bagi anak asrama. Dengan berlari tegopoh teman gadis tersebut menelusuri lorong asrama sampai tiba di sudut ruangan bawah tangga, kamar pengasuh asrama yang mereka maksud.   Dua orang teman sebaya gadis usia 17 tahun yang baru saja diminta untuk mengantarkan gadis tersebut keluar dari ruang kelas untuk beristirahat di kamar asrama sebab mengeluh sakit dibagian dadanya. Selanjutnya dua teman lainnya bergegas untuk memanggil dokter atau perawat bagian kesehatan di lingkungan sekolah tersebut. Sebelum datang ke kamar, petugas kesehatan yang tempat tinggal nya agak sedikit memakan waktu jika ditempuh oleh jalan kaki sehingga kurang lebih 15 menit para santri menunggu petugas bagian ke...

Wasiat air 2

 Kurang lebih lima tahun berlalu, tidak terasa setahun lagi bisa jadi aku harus meninggalkan pondok yang penuh kenangan ini. Sejak kecil, dari bangun tidur sampai tidur lagi. Semua tidak dapat kulupakan begitu saja. Meski saat dijalani terasa berat dan menyedihkan,  namun tidak ada kesempatan untuk meratapi nasib. Segala hal yang bisa jadi menyedihkan saat itu, tetap menjadi kenangan yang indah. Begitulah Pondokku tercinta yang sudah mengisi ruang terdalam di hatiku. Tepat saat aku duduk di bangku kelas lima Tarbiyatul muallimin sebutannya di pondok pesantren ku. Alhamdulillah pondok mengalami perkembangan dan kemajuan di setiap tahunnya. Meski ada juga duka dalam beberapa tahun. Semisal masa selesainya pengabdian berapa guru, dan harus berpisah dengan kami selaku anak didiknya. Ada juga beberapa teman seperjuangan yang meninggal fii Sabilillah dengan berbagai macam asbab di antaranya kecelakaan saat pulang ke rumah atau saat mau berangkat menuju pondok dan in syaa Allah semua...

Care

 Segan, sungkan bagi orang-orang yang tidak merokok untuk menegur saudara dan teman-teman yang sudah sangat kecanduan rokok. Meski rasa sayang dan sudah sering menegur demi kebaikan perokok, namun semua upaya tersebut terkalahkan oleh pribadi perokok. Maka rasa sayang pun mengalah sesuai dengan ego pribadi masing-masing. Padahal yang menegur bukan hanya mencintai dirinya sendiri, tapi juga mencintai diri perokok tersebut. Tidak sedikit fakta yang menjelaskan dan membuktikan terkait bahaya rokok. Namun, seperti menggarami air laut. Perokok pastinya lebih tahu bagaimana buruk dan dampak negatifnya. Hanya saja mereka selalu punya dan hanya satu alasan, 'happy' just it. Bagi perokok, rokok bukan sekedar candu, tapi kebutuhan, kebahagian, obat, dan pelipur lara. Menghilangkan semua hal tersebut, sama saja dengan menjadikan pemicu maut baginya. Itulah yang menjadi penghalang bagi akal sehatnya.  Perokok juga menyadari bahwa tidak perlu dan jangan sampai orang lain khususnya yang mer...

Wasiat Air

 Era 2000-an yang dikenal dengan awal milenium. Dimana merupakan Era yang dianggap kemajuan teknologi dan sebagainya. Era naik sepeda beralih menjadi sepeda motor bukan hal yang asing lagi. Orang orang sudah mulai memiliki handphone yang beragam dan lebih canggih dari sebelumnya. Kalau sebelumnya hanya telepon rumah ataupun telepon genggam yang bisa dibawa kemana-mana masih terbatas untuk ukuran provinsi kora tempatku lahir dan hidup. Jauh di kaki gunung, di tengah hutan, termasuk pembongkaran lahan yang dibeli oleh seorang Dai alumni pondok pesantren dan setelah menyelesaikan kuliah di luar negeri datang untuk membangun daerahnya karena Allah SWT. Dengan niat yang tulus dan tekad yang kuat. Penuh juang dan rintangan, tidak mematikan dan menghalangi semangat beliau. Bersama istri tercinta dan beberapa teman serta murid teladan beliau membangun sebuah peradaban melalui pendidikan pondok pesantren. Tepat tahun 2001 akupun masuk dan bersekolah atau melanjutkan pendidikan di tempat ter...

Ada Gula Ada Semut

Sudah menjadi kebiasaan di pondok, jika hidup bersama dengan orang lain beramai ramai harus saling membantu dan saling berbagi karena kita adalah makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari bantuan orang lain. Meski tidak semua hal harus dibantu dan dibagi. Kami di pondok datang dari berbagai macam daerah ada yang jauh ada pula yang dekat seperti saya. Maka bermacam pula latar belakang kami Ada yang dijenguk hampir tiap hari, ada yang dijenguk sepekan sekali, ada pula yang dijenguk sebulan sekali bahkan ada yang hampir tidak pernah dijenguk. Klo saya pribadi sih random sesuai dengan kebutuhan dan kesempatan keluarga. Sampai sampai nih yaa saya sering dan pernah saking mau dijenguk minta sama Allah SWT.  Mau tau bagaimana cara memintaku yakni ketika shalat jamaah Maghrib di masjid, dimana para jamaah banyak hampir seluruh penghuni pondok dan bacaannya dijahrkan (dikeraskan). Klo sudah sampai di selesai membaca alfatihah, saya pun siap berdoa sebelum dan diaminkan oleh orang banyak. Da...