Guru baru itu penuh tanda tanya juga. Begitu semangat dengan segala cara memotivasi kami sebagai santrinya untuk mampu melakukan hal yang pernah ia lakukan saat di pondok . Dan ia meyakini hal tersebut dengan seyakin-yakinnya. guru atau yang disebut ustad tersebut adalah guru seni yang datang mengabdi dari pondok Gontor pusat. Ia bersama dua orang temannya datang dari pulang Jawa kemudian mengabdikan diri di pondok kami dalam kurun waktu satu sampai dua tahun. Mendekati hari H kami pun makin sibuk dengan siap siap dalam penampilan masing masing. Tepatnya di belakang bangunan perpustakaan depan masjid di atas pondasi yang sedikit menanjak dari lapangan olahraga kayang kami pakai tepat di halaman depan masjid pondok. Kumpulan kertas pembungkus semen ent dari sisa sisa pembangunan dikumpulkan dan ditempelkan menjadi background arena utama. Kertas semen yang di padukan dari banyak kemudian disatukan dengan beberapa gulungan berantakan sehingga menggumpal seperti bentuk rak telur...