Langsung ke konten utama

Pilpres On Ramadhan 1435 H


Coblos yuk! Dua kata yang mendorong banyak kata yang keluar dari mulut setiap warga Negara Indonesia (WNI). Pastinya ada komentar pro dan kontra untuk setiap pasangan Capres dan Cawapres 2014. Diantaranya juga ada yang cuek-cuek aja tuh, tapi tetep nyoblos.  Ironinya, masih ada yang katanya peduli tapi gak mau nyoblos. Beraninya komentar doang, tapi malas bertanggung jawab atas apa yang dipilihnya dengan dalih takut salah pilih (cemen banget seh loe!). Padahal memilih untuk tidak memilih itukan juga pilihan. (Iyokah?)
Tak ada musuh atau lawan yang kekal, dan tak ada pula kawan yang kekal. Kawan bisa jadi Lawan dan Lawan bisa jadi Kawan. Tak heran 'kecerdasan' dalam membaca situasi sangat dibutuhkan untuk menelaah dunia 'Politik'. 
Pilpres (pemilihan presiden) kali ini dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Dimana Bulan Ramadhan adalah Bulan bonus untuk umat Islam. Betapa tidak, poko'e 'sesuatuuu banget'. Penuh berkah, penuh rahmah, penuh magfirah, penuh pahala, bahkan penuh kue untuk persiapan buka puasa. Heheyy...yummi...
Dua pasangan Capres dan Cawapres episode 2014, masing-masing adalah putra terbaik Indonesia. Insya Allah keduanya adalah Putra terbaik Pilihan Agama mereka.Yup, Agama Islam maksudnya, kan tak ada yang non muslim?! tapi, Islam Moderat ko' atau bisa disebut juga Islam Nasionalis.
Penulis pasti punya pilihan di antara keduanya. Tapi, penulis tetap suka kedua-duanya. Sosok Prabowo yang terlihat gentle untuk pemimpin, dengan pasangannya  Hatta yang tak lain adalah pemuda dari kalangan aktivis Masjid. Sosok Jokowi yang sederhana dan bahkan tak malu tampil di Media dengan gaya khasnya, serta pasangannya Pak JK si Cerdas dari Timur.
"...siapapun presiden yang nantinya terpilih, pasti harga di pasar tetap naik dan mustahil untuk turun dari harga sekarang..." komentar kakak sepupuku yang tak lain adalah Ibu Rumah Tangga dari Enam orang anak. Hatiku tergelitik setiap mengingatnya. Malu jadi anak Bangsa yang belum bisa berbuat untuk bangsanya. 
3-H menjadi rahasia antara kita. Mulut dan Hati sering tak sama. Hanya Yang Maha Memiliki Hati manusia mampu membolak-balikan hati kita. Moga harapan kita SAMA, Presiden terpilih di Bulan Ramadhan akan membawa BERKAH untuk Indonesia BANGKIT dan HEBAT !!!
Yaa Rabb... Bimbing kami dalam memilih pemimpin kami. Angkat Hijab Kampanye hitam yang menyelimuti hati kami. karna Hanya Engkaulah Dzat yang Maha Mengetahui segalanya. aaamiin...

salam...Cinta, Kerja & Harmoni

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nikmah

Jum'at pagi September 2003, saya diajak teman meminta izin keluar pondok untuk membeli dan meminjam perlengkapan pentas seni yang akan dilaksanakan pekan depan. Saya yang tidak terbiasa keluar pondok sendiri, karena harus dan selalu dijemput orangtua atau kakak. Terjadilah gejolak dalam hati yang kemudian membuatku bimbang harus bagaimana. Di satu sisi saya berpikir bahwa hal ini adalah bagian dari tanggung jawab ku, sedangkan di sisi lainnya saya juga khawatir karena belum sempat pamit minta izin ke  orangtua kandungku. Entah bagaimana baiknya. Saya pun sudah menyampaikan kekhawatiran saya kepada teman-teman bahwa bisa jadi orangtuaku akan datang hari ini. Namun mereka pun dengan sedikit memaksa sampai membujuk ku hingga saya pun ikut pergi dengan mereka. Akhirnya saya pun memutuskan untuk pergi bersama mereka yang rencananya ketika sudah sampai di rumah teman baru memberi kabar kepada orang tuaku. Kami keluar pondok bersama setelah meminta izin ke bagian Pengasuhan santri. Sepert...

Teman tapi manja

 Senyum tulus terukir di wajahnya ketika membayangkan wajah seorang santriwati berkata jangan lupa bawa oleole dengan gaya bercanda. Ingatan tersebut kemudian mendorongnya untuk meminta kakaknya berhenti di salah satu toko campuran dalam perjalanan balik ke pondok. Sebungkus tas belanja yang berisi beberapa jajanan ringan akhirnya selesai juga ia penuhi.  Ia yang baru saja naik ke kelas V TMI setelah menyelesaikan pendidikan di kelas III at-taksifi, kemudian bergabung dengan kelas reguler yang disatukan dalam satu kelas menjadikan kehidupannya di pondok makin berwarna. Membangun keakraban dengan teman-teman yang jumlahnya lebih banyak dari kelas sebelumnya dengan beragam karakteristik. Khususnya bertemu dengan para santriwati yang tergolong supel dan humoris. Dengan alasan mengantarkan pesanan teman, ia berhasil meminta piket jaga untuk meneruskan bungkusan belanja tersebut kepada seorang santriwati sekelasnya yang bertugas menjadi pengurus syirkah (Koperasi). Dari balik dindi...

Biru 2

 Setalah sekian hari makin akrab. Kami pun selalu bercerita saling tukar pikiran atau sekedar saling curhat. Dari situlah aku sering merasa terkejut dan terkagum kagum dengan ceritanya. Ia lahir dari keluarga yang sangat sangat sederhana sekali. Ayahnya seorang pekebun dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka bersaudara enam orang. Tinggal di daerah transmigrasi.  Umurnya hanya kakak satu tahun dari ku. Menurutku kita sebaya meski aku menyebutnya dengan panggilan kakak. Namun sekedar menelisik atau kembali berpikir ke masa lalu. Dimana saat kecil rasanya aku selalu manja dan mengeluh apalagi soal makanan. Pilah pilih dan makan nasi serta lumayan sering juga makan di luar atau di restoran.  Ia menceritakan bahwa untuk perihal makan nasi saja itu sudah sangat mewah bagi mereka. Kadang mereka harus antri makan setelah ayah nya makan kemudian mereka bersaudara pun makan dengan berbagi. Adapun ibu mereka entah sudah makan atau belum sering berbohong agar anak-anak ny...