Langsung ke konten utama

Starting...

On August 2016 my heart mumbled to continue the study after four years passed the graduate degree (S1) from Sintuwu Maroso University Poso Central Sulawesi in 2012. The longing to demand is present because since this month I started working and live in the Palu City which the capital of Central Sulawesi Province. I think to be fool if I miss this golden opportunity without continuing education to the next level.

After several days, I try to discuss with my parents about the desire to continue study. Than Parents also greatly appreciate it.  It’s surprisingly, when my parents were already communicating with one of his colleagues that I used to call ‘om’ or uncle. The next day I was called by him where he was one of the lecturers at Tadulako University in Central Sulawesi. Than we were involved in the discussion until he said: The registration of Postgraduate program has been closed, but if you have the big desire to continue the study, please communicate to the Head of English Study Program at Postgraduate Tadulako University.

I belief that nothing happens by chance, but everything happens by the willing of the Almighty. Like none of the leaves that fall from the tree except by permission of Allah SWT. Than I continued to communicate with the Head of Study Program. The result is I have to communicate with the Director of Postgraduate of Tadulako University because the lecture has been started since this week. The Curiosity begins to emerge myself, but the belief encourages me that God does not like whom despair of His mercy. So I continued to communicate with the Director of Graduate but he was not in place. Finally, I communicated with the Vice Director of Postgraduate Program. The result is he said that he had no authority to decide the matter so he had to continue communication with the Director.

The next day I convinced myself again to try hard till the end because in fact nothing happens by chance. Then I went to campus Tadulako University to communicate with the director. However, on that day I did not have chance to meet or communicate with the Director, than the director staff directed  me immediately to go to the Administration department to take care of the administrative requirements of admission to the Postgraduate Program of Tadulako University in 2016. After finishing several requirments of administrative in Postgraduate Program of Tadulako University, I follow the lecture till now. So I must be thankful on this chance by try to study hard always till graduate.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nikmah

Jum'at pagi September 2003, saya diajak teman meminta izin keluar pondok untuk membeli dan meminjam perlengkapan pentas seni yang akan dilaksanakan pekan depan. Saya yang tidak terbiasa keluar pondok sendiri, karena harus dan selalu dijemput orangtua atau kakak. Terjadilah gejolak dalam hati yang kemudian membuatku bimbang harus bagaimana. Di satu sisi saya berpikir bahwa hal ini adalah bagian dari tanggung jawab ku, sedangkan di sisi lainnya saya juga khawatir karena belum sempat pamit minta izin ke  orangtua kandungku. Entah bagaimana baiknya. Saya pun sudah menyampaikan kekhawatiran saya kepada teman-teman bahwa bisa jadi orangtuaku akan datang hari ini. Namun mereka pun dengan sedikit memaksa sampai membujuk ku hingga saya pun ikut pergi dengan mereka. Akhirnya saya pun memutuskan untuk pergi bersama mereka yang rencananya ketika sudah sampai di rumah teman baru memberi kabar kepada orang tuaku. Kami keluar pondok bersama setelah meminta izin ke bagian Pengasuhan santri. Sepert...

Teman tapi manja

 Senyum tulus terukir di wajahnya ketika membayangkan wajah seorang santriwati berkata jangan lupa bawa oleole dengan gaya bercanda. Ingatan tersebut kemudian mendorongnya untuk meminta kakaknya berhenti di salah satu toko campuran dalam perjalanan balik ke pondok. Sebungkus tas belanja yang berisi beberapa jajanan ringan akhirnya selesai juga ia penuhi.  Ia yang baru saja naik ke kelas V TMI setelah menyelesaikan pendidikan di kelas III at-taksifi, kemudian bergabung dengan kelas reguler yang disatukan dalam satu kelas menjadikan kehidupannya di pondok makin berwarna. Membangun keakraban dengan teman-teman yang jumlahnya lebih banyak dari kelas sebelumnya dengan beragam karakteristik. Khususnya bertemu dengan para santriwati yang tergolong supel dan humoris. Dengan alasan mengantarkan pesanan teman, ia berhasil meminta piket jaga untuk meneruskan bungkusan belanja tersebut kepada seorang santriwati sekelasnya yang bertugas menjadi pengurus syirkah (Koperasi). Dari balik dindi...

Biru 2

 Setalah sekian hari makin akrab. Kami pun selalu bercerita saling tukar pikiran atau sekedar saling curhat. Dari situlah aku sering merasa terkejut dan terkagum kagum dengan ceritanya. Ia lahir dari keluarga yang sangat sangat sederhana sekali. Ayahnya seorang pekebun dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka bersaudara enam orang. Tinggal di daerah transmigrasi.  Umurnya hanya kakak satu tahun dari ku. Menurutku kita sebaya meski aku menyebutnya dengan panggilan kakak. Namun sekedar menelisik atau kembali berpikir ke masa lalu. Dimana saat kecil rasanya aku selalu manja dan mengeluh apalagi soal makanan. Pilah pilih dan makan nasi serta lumayan sering juga makan di luar atau di restoran.  Ia menceritakan bahwa untuk perihal makan nasi saja itu sudah sangat mewah bagi mereka. Kadang mereka harus antri makan setelah ayah nya makan kemudian mereka bersaudara pun makan dengan berbagi. Adapun ibu mereka entah sudah makan atau belum sering berbohong agar anak-anak ny...