Gadis kesayangan papa itu akhirnya dimasukkan ke pondok pesantren di perbatasan ibu kota provinsi Maju. Anak kedua dari empat bersaudara yang memiliki keluarga besar dan tinggal di desa Babol kecamatan Bolang yang kurang lebih 220 km dari kota Roso ibukota Provinsi Maju.
Dengan logat yang khas, Nafilah bersosialisasi dengan teman teman baru yang datang dari berbagai wilayah. Meski sempat merasakan cemas kurang lebih satu pekan, Nafilah mampu beradaptasi dengan sekolah asrama. Ia termotivasi dengan kakak sulungnya yang sudah lebih dulu masuk pondok pesantren di provinsi Mulya yang harus ditempuh dengan kapal laut atau pesawat udara dari provinsi Maju.
Setelah satu tahun menempuh pendidikan di pondok pesantren As-Salam Kampung Damai Provinsi Maju, Nafilah naik ke kelas 2 setara kelas 8 sekolah menengah pertama. Ia duduk tepat di sampingku. Kami pun akhirnya menjadi sahabat yang sering bercengkrama dan tak jarang berbagi jajan.
Hari itu Nafilah, tiba-tiba dijemput saat kami sedang shalat jamaah ashar di Mushalla Putri. Setelah shalat maghrib berjamaah, ustadzah mengumumkan perihal kabar bahwa Ibu Nafilah meninggal dunia dan seluruh santri berdoa bersama untuk Ibu dari sahabat kami Nafilah.
Nafilah memang sempat bercerita bahwa ibunya sering sakit sebelum ia sekolah di pondok pesantren. Keinginan untuk masuk pondok pun adalah didorong oleh ibunda tercintanya. Namun perihal ajal memang hanya Allah SWT yang Maha segalanya. Kurang lebih 2 pekan, Nafilah izin tak dapat mengikuti pelajaran dan kegiatan di pondok pesantren.
Alhamdulillahirobbilalamin, setelah 2 pekan berlalu. Nafilah diantar oleh ayah dan neneknya untuk kembali melanjutkan pendidikan di pondok pesantren. Aku dan teman-teman lain menyambutnya dengan sedikit haru. Ucapan turut berbelasungkawa atas dukanya dan pelukan erat selamat datang untuknya. Nafilah anak yang kuat, ia kembali dengan semangat yang baru karena ingat pesan almarhumah ibunya untuk sekolah di pondok pesantren.
Selanjutnya kami kembali beraktivitas bersama hingga tak terasa ujian akhir tahun untuk naik ke kelas 3 telah tiba. Aku dan Nafilah sibuk melengkapi catatan yang sempat terlewat. Alhamdulillah Nafilah termasuk anak yang cerdas sehingga beberapa pelajaran yang sempat ketinggalan dapat ia sesuaikan dengan sedikit penjelasan dariku.
Bersambung....
Komentar
Posting Komentar