Langsung ke konten utama

17 Agustus 2025

 SURAT MERDEKA UNTUK BAPAK KEMERDEKAAN


Kepada Yth.

Ayahanda Presiden RI

di-

Tempat


Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirobbil'alamin Allahumma sholli Ala sayyidina Muhammad. Amma ba'du.


Salam dan hormat semoga Ayahanda Bapak Presiden Republik Indonesia senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Melalui surat ini, kuhaturkan salam merdeka untuk bapak kemerdekaan dalam usia 80 tahun kemerdekaan Indonesia tercinta.


Surat ini kutulis bukan untuk menuntut dan menggurui Bapak. Suatu laknat jika hormatku hilang kepada bapak bangsa. Orang tua kami selaku anak bangsa. Namun surat ini tak lain adalah sebagai bahasa cinta dan curahan hati seorang anak terhadap ayahnya.


Bapak telah lama terpatri dalam hati dan jiwaku. Bapak sangat menginspirasi sebagai seorang anak Bangsa patriot sejati. Kebanggaan Indonesia yang mampu berbagai bahasa asing, berwawasan luas dan sangat Nasionalis.  Aku bangga dan sangat berharap Bapak menjadi Presiden RI suatu saat nanti. Hingga tibalah hari ini kutuliskan surat untuk presiden yang kuimpikan.


Ayah kandungku pun  beserta keluarga sangat mengidolakan mu. Dengan penuh wibawa, kami pun sedih sangat ketika ada yg menghina dan menyudutkan mu. Adapun terkait rumor kemanusiaan, kami sepakat tak percaya dan selalu berprasangka baik padamu. Sampai dengan seorang tokoh nasional yg kubanggakan dan kudidolakan juga punya masa lalu yg berbeda pendapat denganmu. Dengan 1001 alasan, kami terus dan selalu berprasangka baik padamu. Karena bagi kami,  dirimu adalah sosok ayah dan bapak bangsa yang mencintai bangsa ini dan rela berkorban untuk bangsa ini.


Hari ini, aku minta maaf sebagai seorang anak, jika surat ini menyinggungmu dan membuatmu sakit hati. Tapi sekali lagi anakmu ini mengakui memang masih bodoh dan harus banyak belajar.


Ayahanda Bapak presiden yang kami cintai, Aku sangat bangga juga terharu ketika Engkau nyatakan kemerdekaan adalah hak setiap bangsa dengan lantang bak Singa Podium.  Hingga Indonesia turut mendukung dan hadir untuk Palestina. Namun, mengapa pula harus kubaca bahwa Engkau menjalin kerjasama dengan pihak Israel. Sebagai bentuk dukungan atau apakah maksud Bapak selaku presiden Indonesia untuk hal tersebut. Padahal anakmu ini hanya bersedih hingga di titik ini. Melihat keputusan yg tidak berpendirian tetap, seakan ingin menjadi pahlawan kesiangan yang mendamaikan, setelah kebiadaban tanpa ampun akan hak asasi manusia yg terjadi dalam Genosida di Palestina.


Sebagai anak bangsa yang menghargai dan bersyukur atas kemerdekaan bangsa, aku pun menyadari bahwa masih berhutang moril dan moral terhadap Palestina. Dimana mereka adalah negara utama dan pertama yang mendukung perihal kemerdekaan Indonesia. Hingga aku bangga bisa sampai dengan kemerdekaan hari ini dan dipimpin oleh Bapak presiden yg Negarawan dan patriotisme.


Selanjutnya, Aku pun sangat terharu ketika pidatomu menyala berapi-api dalam mengancam para koruptor agar tidak ada ampun bagi mereka. Namun anakmu ini selalu bingung dengan drama tebang pilih koruptor sesuai wacana dan paradigma penguasa.


Aku punya harapan besar ketika mengharu biru akhirnya Bapak pun dilantik sebagai Presiden RI periode 2024-2029.

Namun, kebijakan hukum yg tidak masuk akal dan mengerikan ini bukan lagi rahasia umum bagiku. Tapi merupakan Ancaman mengerikan bangsa ini.


Ayahanda tercinta yg kami banggakan Bapak Presiden RI.

Akupun bukanlah termasuk orang yang membencimu dalam program makan siang. Aku hanya anakmu yang selalu berusaha hormat dan penuh prasangka baik terhadapmu. Seperti layaknya seorang anak yang mencintai orangtuanya. Namun sebagai jiwa yang merdeka, bukanlah kesalahan jika anakmu yang masih berumur jagung dan bodoh ini berpendapat serta memberi saran gratis untuk makan siang gratis.


Jangan menambah hutang kami hanya untuk memberi atau memanjakan kami dalam program makan siang gratis. 

Seperti sebelumnya,  kami pasti bisa dan berusaha mampu untuk sekedar urusan perut apalagi jika harus menambah hutang.  Biarkan kami mandiri dan terus belajar menjadi anak bangsa yg berjuang untuk esok yg lebih baik dengan tidak terbebani dan merasa ketakutan akan bayang-bayang hutang.


Kami mencintaimu Pak. Kami bangga denganmu. Tapi entah mengapa hari ini aku harus malu dan mengangis dengan setiap berita nyata yang menambah kesedihan Ibu Pertiwi.


Semoga hari kemerdekaan tahun ini, menjadikan jiwa-jiwa kami selaku anak bangsa selalu dan tetap merdeka tanpa takut penjajahan dan penindasan khususnya dalam berpendapat dan bersuara. Meski hanya lewat tulisan, izinkan dan biarkan kami untuk tetap merdeka jiwa dan raga, demi mengisi serta mempertahankan kemerdekaan Bangsa Indonesia.


Jika _Indonesia Gelap_, biarkanlah lampu _kemerdekaan_  yang menjadi penerang. Namun jika _Indonesia Ngeri_, jangan sampai penguasa menindas dan menginjak-injak kemerdekaan.


Merdekaaa!!!

Apapun itu, Aku bangga lahir dan menjadi Anak Indonesia.


Ziyah / 17 Agustus 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nikmah

Jum'at pagi September 2003, saya diajak teman meminta izin keluar pondok untuk membeli dan meminjam perlengkapan pentas seni yang akan dilaksanakan pekan depan. Saya yang tidak terbiasa keluar pondok sendiri, karena harus dan selalu dijemput orangtua atau kakak. Terjadilah gejolak dalam hati yang kemudian membuatku bimbang harus bagaimana. Di satu sisi saya berpikir bahwa hal ini adalah bagian dari tanggung jawab ku, sedangkan di sisi lainnya saya juga khawatir karena belum sempat pamit minta izin ke  orangtua kandungku. Entah bagaimana baiknya. Saya pun sudah menyampaikan kekhawatiran saya kepada teman-teman bahwa bisa jadi orangtuaku akan datang hari ini. Namun mereka pun dengan sedikit memaksa sampai membujuk ku hingga saya pun ikut pergi dengan mereka. Akhirnya saya pun memutuskan untuk pergi bersama mereka yang rencananya ketika sudah sampai di rumah teman baru memberi kabar kepada orang tuaku. Kami keluar pondok bersama setelah meminta izin ke bagian Pengasuhan santri. Sepert...

Teman tapi manja

 Senyum tulus terukir di wajahnya ketika membayangkan wajah seorang santriwati berkata jangan lupa bawa oleole dengan gaya bercanda. Ingatan tersebut kemudian mendorongnya untuk meminta kakaknya berhenti di salah satu toko campuran dalam perjalanan balik ke pondok. Sebungkus tas belanja yang berisi beberapa jajanan ringan akhirnya selesai juga ia penuhi.  Ia yang baru saja naik ke kelas V TMI setelah menyelesaikan pendidikan di kelas III at-taksifi, kemudian bergabung dengan kelas reguler yang disatukan dalam satu kelas menjadikan kehidupannya di pondok makin berwarna. Membangun keakraban dengan teman-teman yang jumlahnya lebih banyak dari kelas sebelumnya dengan beragam karakteristik. Khususnya bertemu dengan para santriwati yang tergolong supel dan humoris. Dengan alasan mengantarkan pesanan teman, ia berhasil meminta piket jaga untuk meneruskan bungkusan belanja tersebut kepada seorang santriwati sekelasnya yang bertugas menjadi pengurus syirkah (Koperasi). Dari balik dindi...

Biru 2

 Setalah sekian hari makin akrab. Kami pun selalu bercerita saling tukar pikiran atau sekedar saling curhat. Dari situlah aku sering merasa terkejut dan terkagum kagum dengan ceritanya. Ia lahir dari keluarga yang sangat sangat sederhana sekali. Ayahnya seorang pekebun dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka bersaudara enam orang. Tinggal di daerah transmigrasi.  Umurnya hanya kakak satu tahun dari ku. Menurutku kita sebaya meski aku menyebutnya dengan panggilan kakak. Namun sekedar menelisik atau kembali berpikir ke masa lalu. Dimana saat kecil rasanya aku selalu manja dan mengeluh apalagi soal makanan. Pilah pilih dan makan nasi serta lumayan sering juga makan di luar atau di restoran.  Ia menceritakan bahwa untuk perihal makan nasi saja itu sudah sangat mewah bagi mereka. Kadang mereka harus antri makan setelah ayah nya makan kemudian mereka bersaudara pun makan dengan berbagi. Adapun ibu mereka entah sudah makan atau belum sering berbohong agar anak-anak ny...