Langsung ke konten utama

Biru 3

 Sampai hari ini, iapun masih mandiri dan hidup sebatang kara di kota ini. Ia orang yang disiplin, menghargai waktu dan penuh dengan aktifitas yang bermanfaat. Bekerja keras dan tekun belajar. Rajin membaca, juga menulis. Darinya aku banyak belajar bagaimana harusnya bersyukur dan menjalani kehidupan karena tak selamanya kita akan bergantung kepada orang tua.


Akupun mengajaknya jalan jalan kerumah orangtuaku dan mengenalkannya kepada orangtuaku. Kami pun intens berteman hingga orangtuaku menganggapnya seperti anak kandung. Namun dengan segala keterbatasan keluargaku, kami belum dapat maksimal membantunya. Karena ia juga bukan orang yang suka mengeluh dan mengemis akan bantuan. Bahkan karena terlalu mandiri ia tidak suka dibantu.


Aku merasa bahwa ia perlu dibantu karena hidup sebatangkara di kota ini. Tapi ternyata aku keliru, dengan penuh kemandirian, ia yang banyak membantuku. Tak jarang ia memberikan hadiah ke  yayasan keluargaku sesuai kebutuhan. Dimana salah satu usaha atau binaan yayasan keluarga adalah mendidik adik adik panti asuhan. Maka ia pun sering mengantarkan kebutuhan sembako dan uang. Bahkan ia pernah menghadiahkan printer karena mengetahui printer yayasan rusak.


Ia juga mengajakku untuk ikut kegiatan pengembangan diri di bidang literasi. Tak jarang kami berangkat bersama ke ibukota untuk mengikuti kegiatan seminar literasi yang diisi oleh penulis terkenal ataupun tokoh literasi ibukota yang handal. Dengan koleksi buku yang lumayan juga yang dimilik olehnya. Aku banyak belajar untuk semakin banyak membaca. 


Akhirnya aku memutuskan untuk berusaha mencari kerja dan tidak terlalu nyaman dan terlena dengan kehidupanku sekarang. Aku belajar darinya, mengapa aku tak mau berkerja, setidaknya berpenghasilan apapun itu guna membantu dan mempersembahkan sesuatu untuk orangtua selagi masih ada. Rasanya malu diusaia yang sebaya aku masih belum bisa berusaha maksimal terkait makna juang kehidupan. 


Allah SWT pun menjawab doaku dengan membukakan pintu atau lowongan pekerjaan bagiku sebagai pekerja sosial. Dengan penuh harap dan doa akupun lulus dan diterima sebagai pegawai kontrak di kementrian sosial. Selanjutnya setiap tawaran pekerjaan yang ku anggap mampu untuk mengerjakan dan menyelesaikannya pasti aku usahakan. Sampai akhirnya aku berkerja double job sebagai wujud syukur atas diterima dan diberikan pekerjaan.


Tiba saatnya jodoh menghampiri melalui ta'aruf. Aku dan teman-teman membantunya dengan berusaha maksimal dalam setiap agenda kebutuhan pelaksanaan akad hingga resepsi. Ia punya konsep dan gambaran acgenda yang tertata. Meski ia yang akan menikah. Ia tetap mandiri dan sibuk dalam memikirkan, mengatur dan mengupayakan segala hal sesuai dengan yang ia inginkan. 


Alhamdulillah acara pernikahan yang lumayan menghadirkan pejabat dan sangat ramai di gedung pernikahan akhirnya berhasil dengan seragam panitia dan seragam pengantin yang tak luput pula ia rancang. Meski dengan segala keterbatasan kami, ia yang membuatnya menembus batas hingga acara pernikahan tersebut sukses dan tergolong mewah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nikmah

Jum'at pagi September 2003, saya diajak teman meminta izin keluar pondok untuk membeli dan meminjam perlengkapan pentas seni yang akan dilaksanakan pekan depan. Saya yang tidak terbiasa keluar pondok sendiri, karena harus dan selalu dijemput orangtua atau kakak. Terjadilah gejolak dalam hati yang kemudian membuatku bimbang harus bagaimana. Di satu sisi saya berpikir bahwa hal ini adalah bagian dari tanggung jawab ku, sedangkan di sisi lainnya saya juga khawatir karena belum sempat pamit minta izin ke  orangtua kandungku. Entah bagaimana baiknya. Saya pun sudah menyampaikan kekhawatiran saya kepada teman-teman bahwa bisa jadi orangtuaku akan datang hari ini. Namun mereka pun dengan sedikit memaksa sampai membujuk ku hingga saya pun ikut pergi dengan mereka. Akhirnya saya pun memutuskan untuk pergi bersama mereka yang rencananya ketika sudah sampai di rumah teman baru memberi kabar kepada orang tuaku. Kami keluar pondok bersama setelah meminta izin ke bagian Pengasuhan santri. Sepert...

Teman tapi manja

 Senyum tulus terukir di wajahnya ketika membayangkan wajah seorang santriwati berkata jangan lupa bawa oleole dengan gaya bercanda. Ingatan tersebut kemudian mendorongnya untuk meminta kakaknya berhenti di salah satu toko campuran dalam perjalanan balik ke pondok. Sebungkus tas belanja yang berisi beberapa jajanan ringan akhirnya selesai juga ia penuhi.  Ia yang baru saja naik ke kelas V TMI setelah menyelesaikan pendidikan di kelas III at-taksifi, kemudian bergabung dengan kelas reguler yang disatukan dalam satu kelas menjadikan kehidupannya di pondok makin berwarna. Membangun keakraban dengan teman-teman yang jumlahnya lebih banyak dari kelas sebelumnya dengan beragam karakteristik. Khususnya bertemu dengan para santriwati yang tergolong supel dan humoris. Dengan alasan mengantarkan pesanan teman, ia berhasil meminta piket jaga untuk meneruskan bungkusan belanja tersebut kepada seorang santriwati sekelasnya yang bertugas menjadi pengurus syirkah (Koperasi). Dari balik dindi...

Biru 2

 Setalah sekian hari makin akrab. Kami pun selalu bercerita saling tukar pikiran atau sekedar saling curhat. Dari situlah aku sering merasa terkejut dan terkagum kagum dengan ceritanya. Ia lahir dari keluarga yang sangat sangat sederhana sekali. Ayahnya seorang pekebun dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka bersaudara enam orang. Tinggal di daerah transmigrasi.  Umurnya hanya kakak satu tahun dari ku. Menurutku kita sebaya meski aku menyebutnya dengan panggilan kakak. Namun sekedar menelisik atau kembali berpikir ke masa lalu. Dimana saat kecil rasanya aku selalu manja dan mengeluh apalagi soal makanan. Pilah pilih dan makan nasi serta lumayan sering juga makan di luar atau di restoran.  Ia menceritakan bahwa untuk perihal makan nasi saja itu sudah sangat mewah bagi mereka. Kadang mereka harus antri makan setelah ayah nya makan kemudian mereka bersaudara pun makan dengan berbagi. Adapun ibu mereka entah sudah makan atau belum sering berbohong agar anak-anak ny...