Sebagaimana nabi Yakub 'a.s. yang diuji dengan diambil orang orang tersayang yang dimilikinya. Masing masing-masing punya ujian. Nabi Ibrahim a.s. yang diuji untuk meninggalkan orang-orang tercinta. Nabi Ayub a.s yangbdiuji dengan penyakit yang dideritanya. Kira-kira kamu bagian yang mana yaa.
Allah Maha pencemburu, bahasa cinta Allah kepada hamba-hamba-Nya adalah tidak dengan memberi dunia. Karena dunia yang fana ini sangat jauh lebih baik dari akhirat yang dijanjikan oleh pemilik semesta.
Begitupula seorang santri yang diuji dengan rindu, sakit, dan segala hal yang membuat nya sakit juga susah. Tidak lain semua menjadi kebaikan baginya. Ditempa untuk lebih kuat dan lebih baik. Digugurkan setiap dosa hingga dikabulkan setiap do'anya.
***
"Pa, so naik SPP. Banyak juga yang mau dibayar kalau menjelang kelas akhir" jelas Nafilah dalam bujuk agar ia dipindahkan.
"Alhamdulillah masih ada kebun dan sapi yang bisa dijual. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak ku harus sekolah terlebih khususnya pendidikan pondok" tegas ayah menguatkan alasannya untuk tidak memberi celah.
Sesekali setiap orang bisa jadi mengalami kejenuhan dalam hidup. Tinggal bagaimana tergantung diri bagaimana menghadapi masa-masa kritis tersebut. Lingkungan pun bisa dapat sangat berpengaruh. Lebih lagi bagi seorang anak yang masih dalam pengawasan dan tanggung jawab orang tua.
Begitupula yang dirasakan Nafilah. Anak kedua dari tiga perempuan. Masing-masing disekolahkan di pondok pesantren. Dengan ujian cerita yang masing-masing pula. Kakak pertama nya yang hanya bertahan kurang lebih dua tahun hingga tiga kali pindah dengan alasan tidak dapat ditolerir.
Adik bungsunya yang diuji dengan sakit-sakitan membuat hati orangtuanya luluh untuk mengabulkan permintaan pindahnya. Pipi yang semula gemoy berubah drastis dalam tirus. Bolak- balik pondok dan rumah yang membuat nya lebih banyak absen dari proses pembelajaran. Pertahanan pun tidak mencapai waktu Dua tahun.
Lainnya halnya dengan Nafilah. Pipi yang semula berisi dengan ideal membengkak dengan sangat drastis. Diikuti oleh bagian tubuh lainnya yang membuatkan ya jauh dari kategori langsing. Pembawaan yang ceria dan kurang pilah pilih membuatnya lebih supel dan tangguh. Meski sering melanggar baginya adalah sebuah lelucon.
Bunga-bunga kenangan pondok yang kan menjadi memori terindah bagi santri. Penuh tawa saat dijalankan penuh rindu saat dikenang. Tidak ada memori jelek bagi setiap kenangan. Meski tidak indah saat menjalankannya. Nafilah, bukan tidak pernah menangis dan juga sering minta pindah.
Tapi Allah mencintainya dalam takdir yang dipilih-Nya. Dengan cara dan bahasa cinta-Nya. Sebagaimana kehendak paham agama bagi orang-orang yang diinginkan kebaikan baginya.
Komentar
Posting Komentar