Langsung ke konten utama

Peksos

 

Peksos adalah singkatan dari pekerja Sosial. Pekerja sosial pada umumnya adalah seseorang yang bekerja demi kepentingan sosial. Namun perlu diketahui bahwa pekerja sosial adalah seorang professional yang terlatih dan layak menjadi sebuah profesi yang harus dikenal. Layaknya seorang dokter dalam bidang Kesehatan. Seorang guru dalam bidang Pendidikan. Seorang konselor dalam bidang konseling. Seorang akuntan dalam bidang akuntansi. Begitupula pekerja sosial di bidang sosial.

Seseorang yang terlatih dan memiliki kapasitas dalam bidang sosial khususnya menangani setiap masalah sosial. Tidak sedikit masalah sosial yang harus dilayani dan mendapat perhatian layaknya solusi yang dibutuhkan setiap masalah. Semisal masalah kemiskinan dan kawan-kawan. Yang selalu menjadi masalah di negeri tercinta. Meski tidak semua orang miskin menjadikannya suatu masalah.

Sedangkan hal tersebut sungguh bersifat umum. Masalah sosial disini dapat diperjelas atau dirinci menjadi masalah sosial yang terjadi pada seorang individu. Misalnya masalah kemiskinan. Jika seorang merasa dirinya miskin dan bukan hanya merasa tapi menjadikan hal tersebut menjadi masalah maka hal tersebut adalah salah satu masalah sosial sehingga seseorang pekerja sosial dapat menmbantu seseorang yang memiiki masalah sosial sesuai jenisa masalahnya.

Maka jika masalah kemiskinan, adalah bagaimana seseorang kemudian bisa bertahan atau mencari solusi atas kemiskinan tersebut. Lebih rincinya adalah bicara soal kemiskinan maka hal yang perlu menjadi perhatian atau solusi dalam masalah kemiskinan tersebut. Jika miskin disini menyebabkan seseorang tidak dapat makan maka hal tersebut adalah masalah. Pekerja sosial kemudian menghubungkan dengan sumber layanan terkait penyediaan atau dapat menjadi solusi kebutuhan tersebut.

Selanjutnya ketika seseorang miskin menyebabkan tidak dapat mengakses Pendidikan, maka hal tersebut menjadi suatu masalah. Maka peran pekerja sosial adalah bagaimana menghubungkan ke sumber layanan. Namun sebelum sampai kepada sumber layanan dimaksud, ada beberapa Langkah yang dilakukan oleh perkeja sosial .

Hal ini kemudian membedakan pekerja sosial profesional dengan pegiat sosial lainnya. Pekerja sosial mempunyai kode etik dan aturan main sesuai pedoman serta latar belakang ilmu kesejahteraan sosial yang diampuh.


 

Peksos membantu orang lain untuk menghadapi masalah yang dialaminya. Bagaiman kemudian seseorang bisa berdiri sendiri. Seseorang yang memiliki masalah sosial seringnya harus dikembalikan keberfungsisan sosialnya. Beberapa Langkah diantaranya yang dilakukan bertahap adalah didahului dengan proses pendahuluan pengenalan dan kesepakatan antara peksos dan klien. klien disini adalah seorang atau individu yang memiliki masalah sosial.

Setelah mendapatkan kesepakatan antara kedua belah pihak maka pelayanan tersebut dilanjutkan dengan identifikasi masalah klien yang kemudian dilanjutkan dengan Langkah rencana pemecahan masalah serta eksekusui atau pemecaham masalah.

Pemecahan masalah dengan menghubungkan sumber layanan akan disesuaikan dengan kebutuhan klien dan akan dilanjutkan dengan evaluasi. Jika tidak berhasil maka dilakukan perbaikan rencana penanganan sesuai kebutuhan. Disebut intervensi adalah tahapan dalam menindaklanjuti masalah yang telah diidentifikasi.

Dengan Langkah strategis yang dilakukan oleh pekerja sosial menunjukkan bahwa ia adalah sungguh pekerja professional yang secara khusus atau konsen lebih dari sekedar pegiat dan pemerhati sosial. Tidak jarang kemudian pekerja sosial juga menjadi ‘tong sampah’ yang menerima segala masalah seseorang untuk mengeluarkan atau membuang segalah masalah yang dihadapinya kepada pekerja sosial.

Sering terjadi dalam klien korban kekerasan, dimana tidak sedikit hal yang harus dikeluarkan dari dirinya dan sengaja dibuang kepada pekerja sosial. Hal ini kemudian sering menjadikan pekerja sosial menjadi ‘tong sampah’ dimaksud. Dengan asas dan prinsip kerahasiaan menajdikan klien percaya dan lugas untuk berbicara. Meski hal ini tidak jarang didapatkan setelah pertemuan yang telah berulang kali membutuhkan waktu dan kesempatan khusus.

Namun pekerja sosial hanyalah sessotrang yang menguhubungkan dengan sumber layanan atau biasa disebut dengan Broker. pekerja sosial juga sering disebut sebagai advocator yang melakukan advikasi bagi setiap klien yang memiliki masalah spesifik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nikmah

Jum'at pagi September 2003, saya diajak teman meminta izin keluar pondok untuk membeli dan meminjam perlengkapan pentas seni yang akan dilaksanakan pekan depan. Saya yang tidak terbiasa keluar pondok sendiri, karena harus dan selalu dijemput orangtua atau kakak. Terjadilah gejolak dalam hati yang kemudian membuatku bimbang harus bagaimana. Di satu sisi saya berpikir bahwa hal ini adalah bagian dari tanggung jawab ku, sedangkan di sisi lainnya saya juga khawatir karena belum sempat pamit minta izin ke  orangtua kandungku. Entah bagaimana baiknya. Saya pun sudah menyampaikan kekhawatiran saya kepada teman-teman bahwa bisa jadi orangtuaku akan datang hari ini. Namun mereka pun dengan sedikit memaksa sampai membujuk ku hingga saya pun ikut pergi dengan mereka. Akhirnya saya pun memutuskan untuk pergi bersama mereka yang rencananya ketika sudah sampai di rumah teman baru memberi kabar kepada orang tuaku. Kami keluar pondok bersama setelah meminta izin ke bagian Pengasuhan santri. Sepert...

Teman tapi manja

 Senyum tulus terukir di wajahnya ketika membayangkan wajah seorang santriwati berkata jangan lupa bawa oleole dengan gaya bercanda. Ingatan tersebut kemudian mendorongnya untuk meminta kakaknya berhenti di salah satu toko campuran dalam perjalanan balik ke pondok. Sebungkus tas belanja yang berisi beberapa jajanan ringan akhirnya selesai juga ia penuhi.  Ia yang baru saja naik ke kelas V TMI setelah menyelesaikan pendidikan di kelas III at-taksifi, kemudian bergabung dengan kelas reguler yang disatukan dalam satu kelas menjadikan kehidupannya di pondok makin berwarna. Membangun keakraban dengan teman-teman yang jumlahnya lebih banyak dari kelas sebelumnya dengan beragam karakteristik. Khususnya bertemu dengan para santriwati yang tergolong supel dan humoris. Dengan alasan mengantarkan pesanan teman, ia berhasil meminta piket jaga untuk meneruskan bungkusan belanja tersebut kepada seorang santriwati sekelasnya yang bertugas menjadi pengurus syirkah (Koperasi). Dari balik dindi...

Biru 2

 Setalah sekian hari makin akrab. Kami pun selalu bercerita saling tukar pikiran atau sekedar saling curhat. Dari situlah aku sering merasa terkejut dan terkagum kagum dengan ceritanya. Ia lahir dari keluarga yang sangat sangat sederhana sekali. Ayahnya seorang pekebun dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Mereka bersaudara enam orang. Tinggal di daerah transmigrasi.  Umurnya hanya kakak satu tahun dari ku. Menurutku kita sebaya meski aku menyebutnya dengan panggilan kakak. Namun sekedar menelisik atau kembali berpikir ke masa lalu. Dimana saat kecil rasanya aku selalu manja dan mengeluh apalagi soal makanan. Pilah pilih dan makan nasi serta lumayan sering juga makan di luar atau di restoran.  Ia menceritakan bahwa untuk perihal makan nasi saja itu sudah sangat mewah bagi mereka. Kadang mereka harus antri makan setelah ayah nya makan kemudian mereka bersaudara pun makan dengan berbagi. Adapun ibu mereka entah sudah makan atau belum sering berbohong agar anak-anak ny...